2 dalam upaya pembentukan kepribadian. Gender juga merupakan

2 RumusanMasalah1.     Bagaimana penjelasan mengenaikonsep dan definisi gender?2.     Bagaimana kesetaraan dan keadilan gender menurut pandangan islam ?3.     Bagaimana wujud kesetaraangender di Indonesia.1.

3 Tujuan1.    Untuk mengetahui penjelasan mengenai konsep dan definisi gender.2.     Untuk mengetahui kesetaraandan keadilan gender dalam agama islam.3.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

     Untuk mengetahui wujudkesetaraan gender di Indonesia.           BAB IIPEMBAHASAN 2.1 Definisi GenderGender jika kita artikan dari segi etimologi mempunyai artian yaitu”jenis kelamin”. Banyak dari para pakar atau para ahli yang meralat definisigender ini. Artinya gender itu tidak selalu membahas mengenai masalah jeniskelamin saja. Tetapi artian gender ini mencakup hal yang cukup luas dimanaanalisis gender ini menekankan kepada lingkungan di sekitarnya untuk membentukpribadi seseorang. Disamping itu kita sering mengartikan bahwa gender merupakanperbedaan antara perempuan dengan laki-laki baik dari sisi biologis, tingkahlaku, mentalitas, bahkan sosial dan budayanya.

Gender juga berhubungan eratdengan jenis kelamin  di dalam lingkunganmasyarakat yang kita nilai dalam suatu aturan atau norma perilaku yang berlaku.Dapat disimpulkan dari berbagai definisi diatas, yang berarti bahwagender merupakan suatu konsep yang mengatur dan membedakan antara perempuandengan laki-laki yang dihasilkan dari lingkungan masyarakat dalam upayapembentukan kepribadian. Gender juga merupakan perbedaan antara perempuan denganlaki laki baik secara emosional mapun kultural, dan pada intinya merekasama-sama memiliki haknya yang sama. Perbedaan gender dibentuk oleh masyarakatdan memiliki macam-macam istilah tergantung pada kondisi di lingkunganmasyarakat sekitarnya. Berbeda halnya dengan seks, yaitu hal yang mengkaji suatuperbedaan perempuan dengan laki-laki dari sisi biologis atau yang sering kitaartikan dengan fisik tubuh.

2.2 Kesetaraan dan Keadilan Gender Menurut Pandangan IslamDalam Islam, Rasulullah SAW telah membawa perubahaan yang lebih baiktekait kesetaraan gender sehingga berpengaruh dan menyentuh kepada seluruhaspek kehidupan yang meliputi perempuan sebagai anak, ibu, nenek, masyarakatdan juga memberikan jaminan atas hak-hak dasar yang telah di diberikan oleh AllahSWT berupa perlindungan hak-hak dasar dan juga jaminan keamanan. Rasulullah SAWtelah membuka jalan dan memulai tradisi baru terhadap pandangan perempuan.Pertama, beliau telah melakukan perombakan yang besar terhadap sudutpandang masyrakat arab pada masa berdirinya kerajaan Fir’aun yang dimana salahsatu contohnya yaitu kebiasaan Rasulullah SAW menggendong putrinya Fatimahaz-Zahra di depan umum. Kebiasaan itu dinilai tabu oleh masyarakat sekitar padamasa itu, dikarenakan anak perempuan dianggap sebagai aib keluarga. Apa yangtelah dilakukan Rasulullah SAW itu merupakan suatu proses wacana untuk mengubahparadigma pola pikir masyarakat Arab, bahwa laki-laki dan perempuan tidak bolehdibeda-bedakan karena jenis kelaminnya saja.

Kedua, Rasulullah SAW telah memberikan tauladan yang baik, dimana iatidak pernah melakukan kekerasan terhadap istri-istrinya dan memperlakukandengan seadil-adilnya tanpa memandang istrinya itu siapa. Selain itu Rasulullahjuga telah mengangkat harkat dan martabat para perempuan pada masanya terhadaptradisi-tradisi yang melekat pada jaman jahiliyah atau jaman kebathilan. Halini lah merupakan suatu proses dalam pembentukan kesetaraan dan keadilan genderdalam hukum agama Islam.Kesetaraan dan keadilan gender telah diatur sedemikan rupa dalam agamaIslam yang telah menjadi penerapan nilai-nilai universal Islam melalui wahyunyayaitu Al-Qur’an dan Hadist.

Pada dasarnya baik perempuan maupun laki laki telahdi tempatkan pada posisi yang yang paling setara untuk menentukan kepentingandan kebahagiaan mereka baik didunia maupun di akhirat. Dalam  tafsiran Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13Allah SWT tidak membeda bedakan apapun itu jenis kelaminnya. Laki-laki danperempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama di hadapan Allah SWT, yangmembedakan diantara keduanya yaitu perihal ketaqwaan mereka yang membawakanhasil untuk penempatan mereka pada hari akhir kehidupannya, apakah ditempatkandi dalam penempatan yang baik atau penempatan yang buruk dimana orang tidakakan menikmatinya disana (surga dan neraka). 2.

3   Wujud Kesetaraan Gender diIndonesia Seiring perkembangannya zaman, sudah tidak di pungkiri lagi tingkatkesetaraan gender di Indonesia, antara laki-laki dan perempuan sudah merata dansudah berkurangnya tingkat diskriminasi baik untuk laki-laki maupun perempuan.Terbukti dengan kenyataan di lapangan, pada bahwa saat ini untuk lapanganpekerjaan di Indonesia sudah hampir sama rata. Sebagai contoh kasusnya yaituperempuan yang berada di dalam ruang lingkup yang seharusnya dan biasanyadikerjakan oleh kaum laki-laki seperti menjadi anggota TNI, POLRI, jaksa,pengacara, bahkan menjadi seorang presiden sekalipun seperti presiden RI ke-5Megawati Soekarno Putri. Sebaliknya, tidak sedikit kaum adam yang memasukipekerjaan di sektor/ruang lingkup kaum hawa, seperti banyaknya koki-kokiternama di Indonesia yang merupakan seorang laki-laki, dimana biasanya di isiposisinya oleh perempuan. Hal ini merupakan suatu kemajuan peradaban yang baik karena denganseperti itu bangsa kita telah mewujudkan kesetaraan gender.

Tetapi dalam Islamwalaupun kesetaraan itu tidak dilarang bahkan di anjurkan agar tidakmenimbulkan suatu diskriminasi terhadap satu sama lain, kita juga harusmengikuti kodrat yang telah di berikan oleh Allah SWT baik untuk laki-lakimaupun perempuan. Contohnya yaitu laki-laki didalam keluarga diciptakan untukmemimpin rumah tangga serta menafkahkan keluarganya. Lalu perempuan diciptakanuntuk mengurus keluarga dan melayani suaminya. Jangan sampai kita melanggarkodrat yang telah Allah SWT berikan kepada kita karena hanya demimenerapkakan/membela kesetaraan gender. Kita harus percaya bahwa yang telah diberikan Allah SWT oleh kita itu merupakan suatu kebaikan untuk kedepannya danseterusnya.