Analisis dengan data output dilihat dari sisi

Analisis Pengujian Membandingkan Kemudahan Transaksi pada BukaLapak dengan LazadaM YUSUFJurusan Manajemen, Universitas Komputer IndonesiaJl.

Dipatiukur No.112 – 116, Bandung, Indonesia email: [email protected] ABSTRAKLazada dan BukaLapak adalah e-commerce yang telah menerapkanya teknologi mobile. Lazada dan BukaLapak memiliki reting dan downloader terbanyak di bandingkan para pesaingnya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Tetapi di awal tahun 2017 Lazada sudah mendapat banyak keluhan yang mengacu pada permasalahan Usability. Pada penelitian ini menggunakan teori McCall dimana Usability mempunyai 3 matrik yaitu Operability, Communicativeness dan Training. Operability untuk melihat sejauh mana pengguna dapatmengoperasikan sebuah aplikasi, Communicativeness untuk melihat kesesuaian data input dengan data output dilihat dari sisi pengguna dan Training untuk melihat sejauh mana pengguna baru dapat mengoprasikan aplikasi. Penelitian dimulai dengan pembuatan instrumen, pengumpulan data, dan dilanjutkan dengan pengujian statistika. Pada pembuatan instrumen peneliti berpedoman dengan pertanyaan yang ada pada artikel milik McCall.

Pengumpulan data kuesioner digunakan untuk mengkur Operability dan Communicativeness, sedangkan task digunakan untuk mengukur Training. Uji statistika menggunakan uji t independent untuk melihat perbandingan antara Lazada dan BukaLapak. Dari hasil perbandingan dari ketiga matrik tersebut disimpulkan bahwa untuk Operability Communicativeness dan Training tidak terdapat perbedaan antara aplikasi Lazada dan aplikasi BukaLapak. Kata kunci: Usability, McCall, E-Commerce1. Pendahuluan Dengan perkembangan teknologi yang pesat sekarang ini membuat para pengusaha mulai mempertimbangkan usaha di bidang e-commerce. E-commerce sendiri menjadi tambang emas yang sangat menguntungkan bagi sebagian pengusaha yang bisa melihat potensi ke depannya. Pertumbuhan ini didukung dengan adanya data dari Menkominfo bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai Rp130 triliun (Mitra, 2014).

Yahoo dan Mindshare telah melakukan survei tahun 2013 dengan hasil terdapat lebih dari 41,3 juta pengguna smartphone yang berada diIndonesia. Hal inilah yang juga membuat para pengembang e-commerce mulaimerambah ke aplikasi smartphone. Lazada dan BukaLapak adalah salah satu e-commerce yang sudah menerapkan penjualan menggunakan aplikasi di smartphone. Di Playstore Lazada dan BukaLapak memiliki reting dan downloader yang paling tinggi di bandingkan para pesaingnya yaitu 4.2 untuk Lazada dengan downloader sebanyak 787,857 dan 4.1 untuk BukaLapak dengan downloader 388,407.Tetapi pada awal tahun 2017 Lazada telah mendapat banyak keluhan dari para pengguna, bahkan pada sebuah survey yang dilakukakan Trustedcompany Lazada hanya mendapatkan reting 1.

9 yang bisa dikatakan hasil ini cukup rendah. Trustedcompany sendiri merupakan sebuah situs forum terbuka untuk melihat dan membuat review atau ulasan konsumen tentang cara kerja perusahaan berbasis e-commerce. Dari banyaknya review Lazada dan BukaLapak yang ada pada trustedcompany.

com kebanyakan pengguna mengeluh tentang kesulitan saat melakukan pemesanan, kesulitan untuk melakukan pembatalan, dan beberapa fungsi yang tidak mengeluarkan output dengan semestinya. Review yang di dapat oleh Lazada dan BukaLapak ini mengacu permasalahan pada Usability. Pada penelitian ini pengujian Usability di gunakan untuk mengetahui perbedaan kualitas perangkat lunak antara Lazada dan BukaLapak, yang berfokus pada kemudahan transaksi dilihat dari sudut pandang pengguna.

Matrik Operability,Training dan Communicativeness digunakan sebagai alat ukur untuk penelitian. Hasil yang didapat dalam penilitian ini adalah hasil perbandingan dari lazada dan bukalapak.2. Metode PenelitianAdapun alur penelitian yang dapat dilihat pada pertama yang dilakukan peneliti adalah mencari studi literatur yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan untuk mendukung penelitian yang akan dilakukan, melakukan perancangan kuisioner, melakukan uji validitas dan reliabilitas, pengujian data dan pengujian usability.3.

Hasil dan PembahasanSebelum melakukan uji t independent terlebih dahulu adalah mencari mean dan stardart deviasi, kemudian melakukan uji normalitas sebagai syarat untuk melakukan uji t independent. Dalam penelitian ini pengujian akan dilakukan tiap indikator.3.1 Mencari mean dan standart deviasiHasil perhitungan mean dan standartdeviasi dari Operability dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Dari hasil Tabel 1 dapat dilihat Lazada mendapakan mean sebesar 395,20 dengaN standart deviasi sebesar 18,600. Sedangkan untuk BukaLapak mendapat mean sebesar384,90 dengan standart deviasi sebesar 15,989.KODE TOTAL SKORLAZADA BUKALAPAKOP1 413 397OP2 413 400OP3 402 398OP4 394 381OP5 359 356OP6 405 382OP7 374 375OP8 408 404OP9 406 391OP10 378 365MEAN 395,20 384,90STANDART DEVIASI 18,600 15,989Dari hasil Tabel 1 dapat dilihat Lazada mendapakan mean sebesar 395,20 dengaN standart deviasi sebesar 18,600. Sedangkan untuk BukaLapak mendapat mean sebesar384,90 dengan standart deviasi sebesar 15,989. Tabel 2. Hasil CommunicativenessKODE TOTAL SKORLAZADA BUKALAPAKCM1 401 392CM2 371 377CM3 445 352CM4 445 378CM5 481 417CM6 422 380CM7 425 384CM8 414 362CM9 413 368CM11 430 388CM12 411 375CM13 418 382CM14 425 362MEAN 378,00 382,46STANDART DEVIASI 23,477 16,626Dari hasil Tabel 2 dapat dilihat Lazadamendapakan mean sebesar 378,00 dengan standart deviasi sebesar 23,477. Sedangkan untuk BukaLapak mendapat mean sebesar 382,46 dengan standart deviasi sebesar 16,626.

Tabel 3. Hasil TrainingTOTAL SKORKODE LAZADA BUKALAPAKTR1 111 143TR2 131 125TR3 406 378TR4 490 389TR5 217 169MEAN 271 240,8STANDART DEVIASI 75,598 58,701Dari hasil tabel 3 dapat dilihat Lazada memndapakan mean sebesar 271 dengan standart deviasi sebesar 75,598. Sedangkan untuk BukaLapak mendapat mean sebesar 240,8 dengan standart deviasi sebesar 58,701.

3.2 Uji NormalitasUji normalitas Operability,Communicativeness dan Training menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data telah berdistribusi normal. Berikut adalah hasil uji normalitas pada Operability yang dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Normaslitas OperabilityGROUP Kolmogorov-Smirnov a Statistic Df Sig.OPERABILITY LAZADA 0,243 10 0,098BUKALAPAK 0,175 10 0,200*Pada tabel 4 terlihat bahwa nilai sig.

Operability Lazada adalah 0,098. Sedangannilai sig. Operability BukaLapak adalah 0,200. Keempat nilai sig. tersebut lebih dari 0,05 (sig.

level), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data Operability berdistribusi normal Berikutnya adalah hasil uji normalitas untuk Communicativeness yang dapat dilihat padaTabel 5.GROUP Kolmogorov-Smirnov a Statistic Df Sig.COMMUNICATIVENESS LAZADA ,192 13 ,200*BUKALAPAK ,150 13 ,200*Pada tabel 5 terlihat bahwa nilai sig.Communicativeness Lazada adalah 0,200.Sedangan nilai sig. Communicativeness BukaLapak adalah 0,200. Kedua nilai sig.

tersebut lebih dari 0,05 (sig. level), sehingga dapat disimpulkan bahwa data Communicativeness berdistribusi normal.3.3 Uji T IndependentSetelah melakukan uji normalitas danmemiliki hasil data yang berdistribusi normal,maka dilanjutkan proses selanjutnya, yaitu Uji-T independen. Berikut merupakan hasil uji t untuk Operability yang dapat dilihat pada tabel 6.OPERABILITY Equal Variances assumed Equalvariances not assumedF 0,273 Levene’sTestforEqualityOf Variances Sig. 0,608 t 1,328 1,328df18 17,603Sig. (2-tailed) 0,201 0,201t-test for Equality of Means Mean Difference 10,3 10,3Std.

Error Difference 7,756 7,756-5,996 -6,022 44,54695%Confidence Interval of The Difference 26,596 26,622 79,854Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat nilaiF Hitung = 0,273 dan F Tabel = 4.41, F Tabel di dapat dengan melihat N1 = df dan N2 = jumlah variabel pada Tabel. Sehingga F hitung ; F tabel . Nilai Sig. F = 0.608 dan Sig. level 0.

05, sehingga Sig. F ; Sig.level. Dari hasil tersebut tersebut maka dapat diasumsikan data tersebut memiliki varians data yang sama. Oleh karena itu, nilai T hitung yang diperhatikan adalah nilai T hitung pada baris atas (Equal variances assumed). Nilai T hitung = 1,328 dan T tabel =2.101, sehingga T hitung ; T tabe l, T tabel di dapat dengan melihat df dan Pr = sig.level pada Tabel.

Jika dilihat nilai Sig. T = 0,201 dan Sig. level = 0.05, sehingga Sig .

T ; Sig. level. Berdasarkan dua cara tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernyataan H 0 diterima dan pernyataan H 1ditolak. H 0 diterima berarti µ 1 = µ 2 , tidak terdapat perbedaan antara Lazada dan BukaLapak dilihat dari segi kemudahaan penguna dalam mengoperasikan aplikasi. 5. KesimpulanBerdasarkan proses pelaksanaan pengujian, analisis hasil hingga pembahasan. Tidak terdapat perbedaan pada matrik Operability antara Lazada dan BukaLapak dilihat dari segi kemudahan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi pada fitur transaksiTidak terdapat perbedaan pada matrikOperability antara Lazada dan BukaLapak dilihat dari segi kemudahan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi pada fitur transaksi. Secara deskriptif hasil tanggapan dari responden menyatakan bahwa Operability pada aplikasi BukaLapak dan Lazada sama-sama memiliki nilai rata-rata 4, hal ini diartikan bahwa Operability untuk aplikasi Lazada dan aplikasi Bukalapak baik.

Tidak terdapat perbedaan pada matrik Communicativeness antara aplikasi Lazada dan aplikasi BukaLapak dilihat dari segi kesesuaian antara data (input) yang dimasukkan dengan hasil dari data yang ditampilkan (output) pada fitur transaksi. Secara deskriptif hasil tanggapan dari responden menyatakan bahwa Communicativeness pada aplikasi BukaLapak dan Lazada sama-sama memiliki nilai rata-rata 4, hal ini diartikan bahwa Communicativeness untuk aplikasi Lazada dan aplikasi Bukalapak baik. Tidak terdapat perbedaan pada matrik Training antara Lazada dan BukaLapak dilihat dari segi kemudahaan pengguna baru dalam mengoperasikan aplikasi pada fitur transaksi.

Secara deskriftif perolehan waktu partisipan lebih cepat menyelesaikan tugas yang ada pada aplikasi BukaLapak dari pada tugas yang ada pada aplikasi Lazada.AcknowledgementsPenyusun berterima kasih kepada Pihak yang terkait dalam paper inidan Kerabat Yang Telah Mensupport dan telah memberikan saran dan komentar dalam Pembuatan Paper ini.Daftar Pustaka1 Agarwal.

2010. Software Engineering andTesting. Sudbury : Jones and Baertlett.

2 Mulyanto, A. 2016. Pengujian Sistem InformasiAkademik Menggunakan Mccall’s SoftwareQuality Framework. Yogyakarta: UINSunan Kalijaga.3 McCall. 1980. Software Quality MeasurementManual, Vol.

II. Rome: Air DevelopmentCenter4 Mitra. 2014. Mengukur Efektivitas Social Media Bagi Perusahaan. Jakarta Barat.5 Nielsen, J. 1994. Enhancing The Explanatory Power Of Usability Heuristics.

Boston.6 Pressman, R. 2000. Software Engineering A Practitioner’s Approach 5 th edition, New York: Mc GrawHill.7 Puspitasari, Rr.A.A.

2016. Analisis Perbedaan Usability Image Slider dan Dinamis Terhadap Proses Recall dan Recognition dalam Penggunaan Web. Malang :Universitas Brawijaya.8 Xenos, M. 2001. Usability Perspective in Software Quality.

Cyprus.9 Walpole, R. E., Myers, R. H., Myers, S. L.

, ; Ye, K. 2011. Probability ; Statistics for Engineers ; Scientists. Ninth Edition.

United States of America: Pearson Education, inc.10 Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan.Bandung: Alfabeta