Bahasa guru selalu memberikan usaha terbaiknya untuk meningkatkan

BahasaInggris adalah alat komunikasi dunia. Ia merupakan salah satu bahasa internasionalyang banyak digunakan oleh berbagai negara. Walaupun tidak seluruh penggunanyaadalah penutur asli, namun tak jarang yang menjadikan bahasa inggris sebagaibahasa kedua.

Di Indonesia, bahasa inggris turut digunakan sebagai alatkomunikasi dalam berbagai bidang seperti pemerintahan, komunikasi, maupunekonomi. Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi yang telah mendominasi berbagaisektor dalam kehidupan manusia sehari-hari, bahasa inggris sering menjadibahasa utama yang digunakan. Karena hal inilah, bahasa inggris menjadi krusialuntuk dipelajari.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Bahasa inggris secara formal diajarkan pada satuan pendidikanSMP dan SMA. Sehingga bahasa inggris telah menjadi mata pelajaran wajib dalamjajaran tingkat pendidikan SMP dan SMA di Indonesia yang harus dipelajari. Secarakeseluruhan, bahasa inggris memiliki banyak perbedaan dengan bahasa Indonesia.

Sepertidari segi penulisan, pelafalan dan tata bahasa. Walaupun begitu, para guru selalumemberikan usaha terbaiknya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran BahasaInggris di kelas. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia terus mengalamiperubahan yang positif. Bahasainggris memiliki empat keterampilan dasar yang perlu dipelajari. Keempat skilltersebut saling berkaitan.

Untuk dapat benar-benar menguasai Bahasa Inggris, keempatskill ini penting untuk dipelajari. Empat keterampilan dasar itumerupakan keterampilan membaca (reading), menulis (writing),berbicara (speaking), dan mendengarkan (listening). Membacamerupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam menangkap pesan atau makna yangingin disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Tarigan, 2008).

Keterampilan membaca bahasa inggris akan menunjang kemampuan seseorang dalammemahami suatu teks. Elemen dasar yang sangat dibutuhkan dalam menguasaiketerampilan membaca yakni kosa kata (vocabulary). Sehingga hal-hal sepertipemahaman makna dan kaya akan pembendaharaan suatu kosa kata sangat diperlukan.Menurut Haris (1969), kosakata dan grammar adalah dua komponen yang krusialbersamaan dengan keempat keterampilan yang lain. Dengan begitu, dapatdisimpulkan bahwa penguasaan bahasa inggris siswa akan didukung dengankemampuan penguasaan kosakata diiringi dengan empat skill yang lain.Ketika mempelajari kosakata, hal mendasar yang perlu dilakukan siswa yaknimengetahui apa saja kosa kata yang terdapat pada bahasa inggris.

Mereka tidakakan dapat memahami arti dari tiap-tiap kata tersebut sebelum mereka mengetahuiapa saja kosakata yang tersedia. Memilikipembendaharaan kosa kata yang baik tentunya merupakan hal yang diinginkan guruterhadap siswanya. Dengan penguasaan kosa kata yang baik, dapat memudahkansiswa untuk memahami materi yang diajarkan. Namun pada kenyataannya, masihditemukan beberapa kendala dalam hal ini.

Pada umumnya, siswa menemui kesulitansaat mencoba mengingat makna, pelafalan, sekaligus penulisan dari kosa kata itusendiri. Hal ini menyebabkan beberapa siswa memiliki motivasi rendah dankurangnya minat dalam mempelajari kosa kata (vocabulary). Penelitimemilih SMP Muhammadiyah Surakarta Program Khusus sebagai subjek daripenelitian ini karena ia merupakan salah satu sekolah unggulan di Surakarta. Walaupunbegitu ketika melakukan observasi di sekolah SMP Muhammadiyah PK Surakarta padasiswa kelas 8 A, peneliti menemukan sebagian besar siswa masih memilikikesulitan dalam menguasai kosa kata bahasa inggris dan minat yang rendah untukmempelajarinya. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan siswa kelas 8 A padaSMP Muhammadiyah PK Surakarta selama ini dalam menguasai pembendaharaan kosakata yang baik, yakni :1.       Siswakelas 8 A masih ada yang kurang lancar dalam bahasa inggris.

2.       Siswamenganggap bahasa inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan sehinggamereka malas untuk mempelajarinya.3.       Kurangrelevannya metode yang diterapkan guru bahasa inggris kelas 8 A pada SMPMuhammadiyah PK Surakarta terhadap situasi yang dihadapi. Guru sering menggunakankosa kata yang memang jarang diketahui sebagian besar siswa dalam prosespembelajaran tanpa mengimbanginya dengan pemberian pengertian makna danmotivasi secara langsung terhadap siswa. Peneliti mengetahui bahwa itumerupakan upaya guru untuk membiasakan siswa mengenal kosa kata tersebut. Namunmetode itu ternyata belum cukup mampu memotivasi siswa.

Sehingga mereka sering kesulitanmenangkap pesan yang disampaikan guru dan pelajaran menjadi membosankan.  Dengan kondisiseperti ini, seyognyanya guru terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitaspembelajaran bahasa inggris dengan terus menemukan cara mengatasimasalah-masalah tersebut. Penelitiberasumsi bahwa metode dengan melibatkan media permainan yakni permainanAnagram sangat tepat untuk diterapkan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas8 A khususnya dalam meningkatkan pembelajaran kosa kata bahasa inggris siswa.

Hal ini juga dikemukakan oleh Dale and O’Rourke pada1971 bahwasanya, media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran bahasainggris khususnya dalam mempelajari kosa kata yakni media permainan sepertitebak kata, permainan kata-kata, rangkaian kata, teka-teki silang dan anagram. Anagrammerupakan salah satu permainan kata yang mana meminta pemainnya untuk menyusun huruf-hurufyang terdapat pada kata atau frasa yang telah ditentukan, sehingga akan membuatsusunan kata baru atau frasa baru. Semisal pada kata orchestra,huruf-huruf tersebut dapat disusun kembali sehingga membentuk kata carthorse.Dengan diterapkannya permainan Anagram dalam pembelajaran, diharapkan mampumemunculkan semangat terhadap beberapa siswa kelas 8 A yang memiliki kesulitanmempelajari kosa kata bahasa inggris. Hal ini karena semangat siswa dapatmempengaruhi motivasi belajar yang terjadi di kelas. Penulis berspekulasimenggunakan metode ini karena terinspirasi dari keunggulan metode permainandalam meningkatkan kemampuan menguasai kosa kata yang dikemukakan oleh Dale danO’Rourke (1971) yakni bahwa permainan kata (word game) mampumengembangkan kemampuan seperti :1.       Memotivasimereka dalam belajar secara antusias.

2.       Menambahkosa kata.3.       Memunculkankesadaran akan perbedaan yang terdapat antara kata satu dengan lainnya.

4.       Memberikanpemahaman terkait makna dari kata tersebut.