PENDAHULUAN yang baik dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui

PENDAHULUANIlmu pengetahuan berkembang pesatseiring dengan kemajuan teknologi. Ilmu pengetahuan yang terus bereksplorasibersama kemajuan teknologi membantu manusia dalam segala aspek kehidupan.Perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya membantu aktivitas manusia, namunjuga memberikan pengaruh terhadap perkembangan diri manusia. Setiap tindakandan keputusan yang diambil dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki.

Ilmupengetahuan juga mempengaruhi cara berpikir dan bersikap dalam kehidupan sehari– hari. Semakin banyak dan tinggi ilmu seseorang maka diharapkan akan semakinbaik cara berpikir dan berperilaku dalam kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuanyang didapatkan melalui proses pendidikan di sekolah, diharapkan dapatmeningkatkan kualitas peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Pesertadidik dapat menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus memperbaiki caraberperilaku dan bertindak dalam kehidupan sehari – hari melalui prosespendidikan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pemerintahan Indonesia telah mengupayakanberbagai hal untuk meningkatkan kualitas peserta didik dari segi ilmupengetahuan dan kepribadian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembaharuankurikulum. Kurikulum merupakan kompenen penting dalam proses pendidikan untukmencapai visi, misi, dan tujuan pendidikan. Hasil akhir yang diharapkan dalamproses pendidikan adalah terwujudnya suatu sistem yang dapat meningkatkankemampuan manusia secara utuh atau komprehensif, sehingga dapat menghadapitantangan global. Hal ini dapat dicapai dengan cara melaksanakan prosespendidikan yang mengintegrasikan seluruh nilai – nilai kecerdasan secarakomprehensif. Pemerintahan Indonesia telah melakukan beberapa kali pembaharuankurikulum.Pembaharuan kurikulum dilakukan untukmenyempurnakan kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 yang diterapkan saat inimerupakan tindak lanjut dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kurikulum2013 memuat kompetensi yang utuh dan sesuai dengan visi, misi, dan tujuanpendidikan nasional. Kompetensi merupakan penguasaan terhadap suatupengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dijadikan landasan dalamberpikir dan bertindak. Kurikulum 2013 memuat empat kompetensi inti, yaituspiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.  Peserta didik diharapkan dapat mengembangkanempat kompetensi tersebut secara utuh dan menjadikannya sebagai landasan dalam berpikirdan bertindak. Peserta didik diharapkan dapat meningkatkan keimanan kepadaAllah melalui kompetensi spiritual, dapat memiliki kepribadian yang baik dalamberinteraksi dengan lingkungan melalui kompetensi sosial, meningkatkan wawasanmelalui kompetensi pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan dalammengaplikasikan ilmu yang dimiliki melalui kompetensi keterampilan. Hal inidikembangkan secara utuh melalui pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013,sehingga dihasilkan manusia yang cerdas, religius, terampil, dan memiliki sikapserta interaksi yang baik dengan lingkungan sebagaimana yang termaktub di dalamPermendikbud nomor 21 tahun 2016. Kompetensi yang ada pada kurikulum 2013sebelumnya telah dijelaskan dalam berbagai buku psikologi, dan dinamakan dengankecerdasan.

Kecerdasan adalah kemampuan untuk berpikir dan bertindak secaratepat berdasarkan pengalaman untuk memberikan respons dengan baik sebagaipemilih yang tepat, penghubung, pemecah masalah, negosiator, penyembuh danpembangun sinergi untuk mencapai tujuan tertentu1. Kompetensi yangterdapat pada kurikulum 2013 dikelompokkan dalam kompetensi inti (KI), yangterdiri atas KI 1, KI 2, KI 3, dan KI 4. KI 1 merupakan kompetensi inti sikapspitual, KI 2 merupakan kompetensi inti sikap sosial, KI 3 merupakan kompetensiinti pengetahuan, dan KI 4 merupakan kompetensi inti keterampilan. Pencapaiankompetensi inti pengetahuan dan keterampilan memiliki dampak penyerta terhadappembentukan kompetensi inti sikap spiritual dan sosial.  Salah satu kompetensi yang harus dimilikipeserta didik adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial berkaitan dengansikap dan pribadi peserta didik ketika berinteraksi dengan orang lain.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi menyebabkan sebagian besarorang tidak mampu berinteraksi secara baik dengan lingkungan sekitar. Kemajuanteknologi ini adakalanya mengurangi empati dan simpati seseorang terhadap oranglain. Hal ini dapat dilihat pada kecenderungan sikap remaja yang kurangmenghargai nilai – nilai sosial, seperti rendahnya rasa hormat pada orangtuadan guru, penggunaan tata bahasa yang buruk, dan kurangnya kepedulian diantarasesama (Kunandar, 2015:18)2.

Fisika merupakan salah satu matapelajaran yang diajarkan di SMA. Fisika adalah ilmu yang identik denganfenomena – fenomana alam. Sifat – sifat fisis yang dipelajari pada pelajaranFisika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari – hari.

Berbagai fenomena yangdipelajari di dalam Fisika dapat meningkatkan kualitas peserta didik dari segispiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Peserta didik dapatmengembangkan kecerdasan spiritual, sosial, dan keterampilan melalui materifisika, contohnya adalah pada pelajaran fisika peserta didik mengetahui bahwaada gaya gravitasi bumi yang menyebabkan benda-benda di permukaan bumi selaluditarik ke arah pusat bumi. Pengetahuan peserta didik tentang gaya gravitasidapat membangun sikap sosial pada peserta didik. Apabila peserta didik melihatanak kecil memanjat pohon yang tinggi, maka peserta didik tersebut akanberusaha mencegah anak kecil memanjat pohon atau meminta anak tersebut untukhati-hati ketika memanjat pohon. Anak kecil yang memanjat pohon dengan tidakhati-hati akan jatuh menuju ke pusat bumi dikarenakan adanya gaya tarik bumi.Hal ini tentu membahayakan anak kecil karena semakin tinggi pohon tersebut makaakan semakin membahayakan bagi anak kecil jika terjatuh. Kecepatan anak ketikamenyentuh tanah semakin besar. Peserta didik yang mengetahui konsep gayagravitasi akan muncul rasa peduli dan keinginan membantu anak kecil agar tidakterjadi hal membahayakan pada anak tersebut.

Pengetahuan yang dimiliki peserta didiktentang materi fisika dapat meningkatkan berbagai nilai kecerdasan sosial. Halini yang dikembangkan secara utuh melalui penerapan kurikulum 2013 padapelajaran Fisika. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mempelajariFisika diharapkan dapat membantu tercapainya kompetensi secara komprehensif.Salah satu perangkat yang digunakan adalah bahan ajar. Berdasarkan PermendikbudNomor 24 tahun 2016 dikatakan bahwa kompetensi inti digunakan sebagai dasaruntuk perubahan buku teks pelajaran pada pendidikan dasar dan menengah.Sehingga, pembuatan bahan ajar harus mengacu dan berlandaskan pada kompetensiinti yang terdapat pada kurikulum 2013.

Bahan ajar fisika yang digunakan saatini lebih menekankan pada kompetensi pengetahuan. Bahan ajar yang digunakan disekolah belum memuat kompetensi spiritual dan sosial, melainkan hanya memuatkompetensi pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan, kurikulum 2013 memilikitujuan agar peserta didik dapat memiliki keempat jenis kompetensi, meliputispiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini dibuktikan olehbeberapa faktor, antara lain bahan ajar Fisika yang digunakan sebagai sumberbelajar oleh peserta didik belum memuat keempat kompetensi inti yang terdapatpada Kurikulum 2013. Bahan ajar Fisika yang ada umumnya memuat kompetensipengetahuan dan keterampilan, dan tidak menyertakan kompetensi spiritual dansosial.

Kecerdasan sosial merupakan kecerdasanyang berkaitan dengan sikap individu ketika terhadap orang lain, atau sikapindividu dalam berinteraksi dengan orang lain. Menurut Ahmadi (2009:149) “Sikapsosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan nyata, yang berulang– ulang terhadap objek sosial”3. Sikap sosial yang merupakan perbuatan nyatayang dilakukan berulang – ulang terhadap objek sosial, seperti masyarakat,teman, dan orangtua. Adapun individu yang memiliki kecerdasan sosial akanmemiliki interaksi yang baik dengan objek sosial.

Hal ini diungkapkan olehGoleman (1999:167) “orang – orang yang terampil dalam kecerdasan sosial dapatmenjalin hubungan dengan orang lain dengan cukup lancar, peka membaca reaksidan perasaan mereka, mampu memimpin dan mengorganisir, dan pintar menanganiperselisihan yang mucul dalam setiap kegiatan manusia”4. Berdasarkan pendapatdi atas dapat dikatakan bahwa kecerdasan sosial menunjukkan sikap dan perilakuyang peduli terhadap orang lain dan lingkungan, memiliki kepekaan terhadap hal– hal yang terjadi di lingkungan dan masyarakat, serta memiliki empati dansimpati dalam berinteraksi dengan orang lain. Hatch dan Gardner (dalam Goleman,1999) mengidentifikasi empat kemampuan sebagai komponen – komponen kecerdasanantarpribadi (sosial) , yaitu (1) Mengorganisir kelompok yaitu keterampilan seseorangdalam memimpin dan menggerakkan orang lain, (2) Merundingkan pemecahan yaituketerampilan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik – konflik, (3)Hubungan pribadi yaitu empati dan menjalin hubungan, (4) Analisis sosial yaituketerampilan dalam mendeteksi dan memahami perasaan, motif, dan keprihatinanorang lain5. Adapun indikator kecerdasan sosial menurut Ilmas (2014) yaitu :(1) peserta didik melaksanakan tugas yang diberikan pendidik, (2) peserta didikmenjaga kebersihan diri dan lingkungan, (3) peserta didik mau bekerja samadengan teman kelompok saat kegiatan diskusi, (4) peserta didik toleransi denganteman kelompok dalam kegiatan pembelajaran, (5) peserta didik menghormati orangyang lebih tua, misalnya pendidik, (6) peserta didik meminta izin ketika akankeluar atau memasuki ruang kelas, (7) peserta didik menanggapi pertanyaanmaupun instruksi yang diberikan pendidik, (8) peserta didik sigap dalammengerjakan instruksi yang diberikan pendidik, (9) peserta didik seringbertanya dalam setiap kesempatan, (10) peserta didik bersemangat dalam mencariinformasi-informasi terkait dengan materi6. Berdasarkan uraian indikatorkecerdasan sosial di atas, maka kecerdasan sosial ini erat kaitannya denganinteraksi antara peserta didik dengan pendidiknya maupun interaksi dengan oranglain di lingkungan sekitarBerdasarkan hasil analisis pada beberapa buku didapatkanbahwa buku sumber yang digunakan di sekolah belum memuat keempat kompetensisecara utuh, termasuk kompetensi sosial. Buku sumber yang digunakan hanyamenekankan pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan.

Analisisbuku yang dilakukan hanya pada konten atau materi. Hasil dari analisis yangdilakukan pada empat buku sumber Fisika yang digunakan di sekolah, dapatdisimpulkan bahwa konten sikap sosial yang terdapat pada buku sumber fisikamemiliki persentase ratarata 32.5 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapatbuku yang memuat konten sikap sosial, namun hanya berupa ajakan dan himbauankepada siswa untuk menanamkan sikap sosial. Buku sumber yang memuat informasitentang sikap sosial berdasarkan konsep-konsep fisika belum ada, sedangkankonten pengetahuan dan keterampilan pada buku sumber fisika yang digunakan disekolah termasuk dalam kategori memuat dan lengkap. Persentase rata – ratauntuk konten pengetahuan dan keterampilan pada buku sumber adalah 75 %,sehingga dapat dikatakan bahwa buku sumber fisika yang digunakan di sekolahmemuat konten pengetahuan dan keterampilan secara lengkap, sementara itu kontensikap sosial pada buku hanya berupa himbauan dan  ajakan.

Konten sikap sosial pada buku belumdikaitkan dengan konsep-konsep fisika. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini dilakukan denganmemasukkan nilai-nilai kecerdasan sosial pada bahan ajar fisika. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang menyajikan konten nilai-nilaikecerdasan sosial berdasarkan konsep-konsep fisika sebagai implementasikurikulum 2013.METODEPENELITIANJenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(Research and Development). Menurut Trianto (2010: 206) penelitian pengembanganatau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses ataulangkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru ataumenyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan.

Produkyang dikembangkan adalah bahan ajar bermuatan konten nilai – nilai kecerdasansosial7. Langkah – langkah pengembangan penelitian ini dilakukandalam enam tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk,validasi desain, revisi desain.Penelitian didasari oleh adanya potensi dan masalah. Potensiadalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah.Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Potensiyang didayagunakan adalah bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik dalamproses pembelajaran.

Sekolah membutuhkan bahan ajar yang dapat menunjangpeserta didik mencapai seluruh kompetensi yang terdapat di dalam Kurikulum2013. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah belum adanya bahanajar yang dapat menunjang tercapainya seluruh kompetensi. Penelitian sebelumnyatelah melakukan pengembangan pada bahan ajar yang bermuatan kecerdasankomprehensif, namun pengembangan yang dilakukan masih terbatas dan belum adapengembangan lebih luas terhadap bahan ajar bermuatan konten nilai – nilaikecerdasan sosial berdasarkan kurikulum 2013.Pengumpulan informasi dilakukan melalui buku -buku sumber,jurnal, dan artikel tentang kecerdasan komprehensif, khususnya kecerdasansosial, serta dilakukan analisis buku sumber yang digunakan di sekolah. Datayang diperoleh dari hasil analisis digunakan untuk membuat produk.

Berdasarkanhasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa bahan ajar yang bermuatankecerdasan komprehensif sudah ada, namun pengembangannya masih terbatas,sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan lebih luas terhadap salahsatu komponen kecerdasan yaitu kecerdasan sosial.Dalam penelitian ini dihasilkan produk berupa bahan ajaryang menyajikan konten nilai – nilai kecerdasan sosial yang digunakan dalampembelajaran sebagai implementasi kurikulum 2013. Tahap ini adalah untukmenyiapkan materi pembelajaran. Bahan ajar bermuatan konten nilai – nilaikecerdasan sosial ini memiliki petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai,materi pendukung, tugas/kegiatan yang akan dilakukan peserta didik, danevaluasi hasil kegiatan. Desain bahan ajar yang memuat perluasan konten nilai-nilaikecerdasan sosial adalah: judul; materi pokok; petunjuk belajar; kompetensi; petakonsep; materi pembelajaran; contoh soal; informasi pendukung; kontenkecerdasan sosial; latihan; evaluasi.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah produkbahan ajar Fisika dengan konten nilai-nilai kecerdasan sosial dalam penjabaranmateri Fisika.HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASANHasilpenelitian yang dibahas berdasarkan analisis data yang dilakukan adalahdeskripsi produk bahan ajar dengan konten nilai-nilai kecerdasan sosialberdasarkan pemaknaan materi dan konsep Fisika kelas X SMA untuk topik vektordan gerak lurus.1.      Bahan ajar fisika dengan konten nilai-nilai kecerdasansosialBahan ajar merupakan sumber belajar.Menurut Depdiknas (2008) “Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakanuntuk membantu guru /instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar”5.Hal ini juga diungkapkan oleh Andi (2011:31) bahwa “bahan ajar merupakan segalabahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yangmenampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dandigunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan danpenelaahan implementasi pembelajaran”6. Bahan ajar digunakan untukmembantu dan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, serta memudahkanpencapaian peserta didik terhadap hasil belajar yang diharapkan. Bahan ajarmenampilkan kompetensi yang akan dikuasai peserta didik secara utuh.

Bahan ajaryang disusun secara sistematis akan memudahkan peserta didik dalam mempelajarisetiap kompetensi yang ada di dalam bahan ajar tersebut.Produk hasil penelitian ini berjudulbahan ajar fisika bermuatan nilai-nilai kecerdasan sosial untuk materi vektordan gerak lurus kelas X SMA. Produk hasil penelitian terdiri dari dua buahbahan ajar yaitu untuk materi vektor dan materi gerak lurus. Desain cover untukkedua bahan ajar dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2.

Sedangkan coverutama untuk kedua materi dapat dilihat pada gambar 3.                          Gambar1. Cover bahan ajar Fisika dengan konten  kecerdasan sosial untuk materi penjumlahan vektor         KESIMPULAN               Gambar2.

Cover bahan ajar dengan konten kecerdasan sosial untuk materi gerak lurus Gambar3. Cover bahan ajar dengan konten kecerdasan sosial untuk materi penjumlahanvektor dan gerak lurus Cover yang diperlihatkan pada gambar 1 berjudul bahan ajarfisika dengan konten kecerdasan sosial, kemudian terdapat judul materi yaitupenjumlahan vektor. Pada cover juga ditambahkan gambar-gambar yang berkaitandengan vektor. Pada gambar 2 yaitu cover untuk bahan ajar tentang gerak lurusjuga menggunakan format yang sama. Gambar pada cover yang digunakan berkaitan dengan gerak lurus.

. Gambar 3merupakan cover utama untuk gabungan kedua materi, gambar pada cover yangdigunakan berkaitan dengan kedua materi yaitu penjumlahan vektor dan geraklurus.2.      Konten nilai-nilai kecerdasan sosial pada bahan ajar